Bunga-bunga pertamanan merupakan anak-anak dari kasih sayang matahari dan cinta alam semesta.Sementara anak-anak manusia merupakan bunga-bunga cinta dan kasih sayang manusia.
Mereka memilih tempat terindah untuk hidupnya sesuka mereka,membaur dengan yang lain tanpa ada strata diantara mereka,memperindah bukit dengan dedaunan hijau,membiaskan kecantikan puteri samudera yang biru.
Mereka seolah tanpa terikat,bercengkrama dengan burung-burung dan kelipan sang kunang dimalam hari. Tingginya gunung membuat ia harus menunduk menyambangi puteri samudera,dan harus turun jika ingin melihat keindahan punggung bukit yang hijau.
Seorang anak profesor tanpa ragu menyapa anak jalan yang menolongnya saat terjatuh dari sepeda,dan seorang ilmuwan yang angkuh harus berterima kasih pada anak kecil yang bodoh saat si anak menemukan jarum penelitiannya yang jatuh.
Si kaya yang terbaring lemas saat mereka harus dipaksa hidup apa adanya merunduk dihadapan seorang anak pengemis yang sedang memakan sisa roti yang ia temukan pagi tadi.
Aku mencintai kebebasan,dan kecintaanku pada kebebasan tumbuh bersama dengan berseminya pengetahuanku tentang perbudakan,pemerasan dan kesewenangang-wenangan.
Penyerahan diri pada Sang Esa ditegakkan melalui ketakutan mereka pada agamawan,juga ditegakkan oleh bibir gemetar para budak.Kecintaanku pada budak sama besarnya dengan kecintaanku pada kebebasan.
Mati untuk kebebasan lebih terhormat daripada hidup dalam bayang-bayang penindasan.
Ia yang memeluk kematian dengan pedang kebenaran,akan diabadikan dengan kebenaran sejati.Hidup lebih lemah daripada kematian dan kematian lebih lemah daripada kebenaran.
Kebebasan di bumi dibangun dengan perjuangan. Seseorang mengasingkan diri dari sanak keluarganya,Merupakan budak bagi pemikiran dan kelembutan cinta.
Hidup tanpa kebebasan seperti tubuh tanpa jiwa.Dan kebebasan tanpa pikiran seperti jiwa yang dirundung kegalauan.
Hidup,Kebebasan dan pemikiran merupakan tiga hal yang menyatu,abadi selamanya,serta tidak akan pernah mati.
Kebebasan mengundang kita dalam meja perjamuannya,kita bisa menyantap makanan yang lezat dan minuman yang yang nikmat.Namun ketika kita duduk dibangkunya,kita akan memakan dengan rakus hingga kenyang.
Engkau mungkin bisa mengikat tanganku dan memasung kakiku. Engkau juga bisa meleparkan ke sebuah penjara gelap,namun engkau tak bisa memperbudak pikiranku,karena ia bebas.
posted from Bloggeroid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar