Recent Posts


Breaking News

ALEXA RANK

Jumat, 23 Desember 2016

RENUNG KALBU BERBAHASA SENDU


Mengurai selaksa kepedihan, Rintih mata teteskan air jernihnya, Membingkainya dalam ungkapan tak terhenti jiwa yang nestapa,

Ria girang tawa bibirnya, Gemerlapan penuh cahaya di sudut matanya, Memancar binar indah rona wajahnya, Gelik tubuh lincah mengguncah di bagian lain tubuhnya,

Sementara bisu semakin membatu, Bibir membeku, Tak tergerak, Kaku,dan seolah enggan berkata, Hanya tangis yang kau ungkapkan,

Hanya sedih yang kau tunjukkan, Terus berjingkrak dan melompat, Dunia seakan berguncang, Menjerit, Membentang lebar gelak tawanya,

Mmengajak bumi untuk menari dalam gembira yang terkira itu, Dua sisi alur yang berbeda, Dua sisi cerita yang pasti akan kita alami,

Entah kapan datangnya bahagia, Bilamana sedih itu tak kunjung beranjak, Tak bijaksana menunggu dan berdiam menanti kedua cerita itu,

Kita tercipta untuk merasakan keduanya,

Diuji, Diterpa, Digoda, Ditempa sedih dan bahagia, Ini alur kita, Kita sadar kita berada dalam suatu cerita tanpa teks ini, Kita tokoh dalam panggung hidup ini,

Tak seperti cerita fiktif di media, Kita tak bisa keluar dari drama ini, Kita harus berjalan untuk melakoninya, Bagaimana akhirnya,

Semua berada ditangan kita, Sebuah filosofi telah kita genggam, Sebuah tekad telah kita rengkuh erat, Tujuan itu ada, Tinggal bagaimana kita menuju tujuan itu,

Dengan sabarkah ?

Dengan tertatihkah ?

Dengan tergesa-gesakah ?

Sesungguhnya bahagia dan sedih adalah ujian terberat,  Ujian terberat untuk tetap berjalan di tujuan awal hidup kita, Istiqomahlah,

Dunia ini semu, Alam ini fana, Karena, Tak selamanya kita akan terus menginjak bumi,
posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By VungTauZ.Com