Recent Posts


Breaking News

ALEXA RANK

Rabu, 07 Desember 2016

TAKDIR DAN SURATAN




Malam lalu,

Terbentang kemilau indahnya sinar bintang, Terbias samar-samar cahaya dibalik sebuah kumpulan awan pekat itu,

Pantulan sinar sang ratu malam semakin memperindah suasana malam lalu, Lampu pijar seolah tak berarti dan tak turut serta didalamnya,

Saat aku duduk, Saat aku menikmatinya, Aku bertanya pada diri sendiri,

Bulan itu apa ?

kenapa bintang tak ada saat bulan tak nampak?

Dan,kenapa lampu pijar itu seolah ingin menandingi dan menantang keindahan bias sinar sang rembulan?

Aku terdiam, Tanpa sadar,dan lama sekali aku terpaku diribuan kata penuh tanya, Aku beranjak,

Sesaat sebelum aku mengangkat raga kecilku ini,aku kembali dibayang-bayangi rasa penasaran tadi,

Seketika itu aku menatap lekat seekor cicak yang menempel erat ditembok,mengintai mangsanya dari jarak yang sangat dekat,dan entah kenapa tiba-tiba dia terjatuh,disamping tempat dia tejatuh,aku melihat barisan semut hitam yang sedang membawa bangkai lalat untuk dibawa ke sarangnya,

seolah tak ingin menatap sang cicak yang terjatuh tadi,para semut terus bergerak cepat menuju sarangnya,

Apa maksud semua itu ?

kenapa sang para semut tak menolong cicak ?

bukankah diapun tahu kalau sang cicak juga ciptaanNYA ?

Ada cerita indah yang hendak aku ceritakan pada sekalian semua,

Cerita sederhana tentang arti sebuah pengamalan,pertolongan dan pertentangan,

dimana setiap pengamalan yang baik akan selalu timbul jiwa-jiwa penuh pertolongan,

sebaliknya,pengamalan yang buruk akan berakibat pertentangan pada hati,otak,pun pada jiwa tak berdosa disekitarnya,

Orang yang bijak,orang yang tau dimana,apa dan bagaimana dia sendiri, penting memahami,kekuatan,keegoisan,ketergantungan dan ketidakpuasan diri sendiri,

jangan pernah melawan sesuatu yang jelas kita tak mampu melawannya,

bijak dalam bersikap jauh lebih efetif daripada bijak dalam berkata,
pengamlan terbaik adalah kita yang menerima dengan ikhlas sebuah kekalahan,tak menindas sesuatu yang jelas jauh lebih lemah dari kita,tanpa kita takutipun,mereka yang lemah akan memperlihatkan rasa takutnya,

sadarkan hati kita,bahwasanya kita ada bukan untuk menguasai,untuk menindas,tapi untuk menjaga,dan untuk berbagi,

bukankah kita ada tanpa ada yang tahu kita akan seperti apa?

untuk apa kita ada?

akan berbuat apa kita?darimana kita dan akan pulang kemana kita nanti?

hem ..... takdir dan suratan, mereka bukan lawan, mereka juga bukan kawan, tak pantas jika menangisinya, tak mulia jika kita merayakannya,

kesenangan dan kesedihan hanyalah sudut pandang, ketika takdir kesedihan menghampiri kita, tak perlu kita meratapinya,

ketika suratan kesenangan menyambut kita, tak perlu kita membanggakanya, takdir dan suratan sudah ada ketika kita belum ada, ikhlas dan bersyukur adalah sikap termulia untuk mengungkapkannya,

seperti kehadiran bulan dimalam hari, seperti ketergantungan sang bintang pada kehadiran rembulan, dan, seperti terbatasnya pemikiran manusia untuk menjadi penentang keindahan mereka,

 Ada sedikit yang terlupa, sebenarnya kita mempunyai sebuah watak yang berbeda,

watak dimana setiap apa yang mereka pandang belum tentu sama dengan apa yang kita lihat, itu yang menjadikan semua hal adalah relatif, itu sangatlah baik,sebatas itu masih dalam lingkaran kewajaran,

egois,dengki,sombong,sabar,ikhlas,rendah hati itu,siklus dan rapatan sebuah watak setiap manusia kita tak mungkin melawan mereka,

dan tentu,kita pun tak ingin kalah dari mereka, itu wajar adanya, setiap kebencian pastilah ada rasa ketidaksukaan, setiap kesabaran pastilah ada rasa keikhlasan,

seperti kata orang, hidup adalah perjuangan, hidup adalah persaingan, hidup adalah perlombaan, hidup adalah pertandingan, dan masih banyak lagi arti sebuah kehidupan,

setiap orang mempunyai visi misi yang berbeda, berangkat dari itu terjadilah bermacam watak,sikap dan pandangan yang berbeda-beda, saling sikut,acuh tak acuh,tolong menolong,derma menderma,

seperti sekumpulan semut yang acuh saat mendapati cicak yang jatuh terjerembab ketika hendak mencari mangsa,

baikkah sang semut?

malukah sang cicak?

setiap orang akan pernah merasakan sakitnya saat terjatuh, setiap orang akan pernah merasakan senangya melihat orang lain terjatuh,

bukankah kalian tahu bahwa takdir terjadi bukan untuk bahan olokkan?

bukankah kalian sadar bahwa suratan terjadi bukan untuk bahan yang membuat kalian jumawa?

ini sebuah cerita,  ini sebuah gambaran, ini sebuah pandangan,
posted from Bloggeroid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By VungTauZ.Com